Postingan

Mata Pelajaran Memenjarakan Anak

Mengingat pendidikan sebagai alat dalam pergerakan kemajuan suatu bangsa, sudah semestinya kita mulai menyiasati mata pelajaran apa saja yang dibebankan pada Sekolah Dasar yang sasarannya pada anak usia dini. Seperti yang sudah kita tahu, pendidikan bangsa ini belum sepenuhnya baik – baik saja, bahkan pergantian kurikulum pun sudah seenaknya diubah dalam jangka waktu yang relatif singkat. Padahal, keberhasilan pendidikan dapat dilihat bukan dalam jangka waktu 10-15 tahun, melainkan minimal 50 tahun kita dapat menilai suksesnya pendidikan. Kenyataanya, di negara ini perubahan kurikulum mudah – mudah saja untuk diperbaharui, padahal pelaku dalam pendidikan sendiri belum sepenuhnya berhasil memahami tujuan dan prospek yang dibuat. Lebih parahnya lagi, ketika pelaku pendidikannya adalah anak – anak usia dini tentu perubahan kurikulum dalam waktu yang singkat bukan merupakan solusi dalam perbaikan atmosfir pendidikan. Mereka dituntut untuk memahami pelajaran yang bukan semestinya mereka d...

Guru Pilih Kasih

Seperti yang sering kita lihat, kejanggalan – kejanggalan yang ada dalam pendidikan sungguh mencengangkan. Mulai dari masalah serius hingga yang biasa – biasa saja namun menyita banyak perhatian dari pihak siswa sendiri. Sebut saja contohnya para pendidik sering menyalahgunakan simpati mereka pada anak didiknya, dalam artian disini adalah “ guru pilih kasih terhadap muridnya”.   Pendidikan dalam arti sesungguhnya ialah suatu wadah dimana mendoktrin nilai – nilai kebangsaan dan pengetahuan kepada para pemuda negara agar mereka memiliki bekal sebagai pijakan dari yang namanya kesuksesan dunia. Namun, banyak sekali para pendidik sering menyalahgunakan kesempatan ini. Bagi golongan guru yang kekinian adalah anak pintar diangggap sebagai anak yang cepat tanggap dalam kemampuan akademiknya, mereka menilai para anak didiknya harus bisa memahami berbagai materi yang disajikan dengan baik menurut keinginan mereka. Tanpa mereka paham sesungguhnya setiap individu tidaklah sama dalam menangk...

Menolak Film Dilan 1991

Siapa yang masih asing dengan film yang satu ini?   tentu sebagian besar warga tanah air telah mengenal dengan film bergenre romantisme ini. Setelah berhasil membius penonton dengan series pertamanya yakni Dilan 1990, kali ini Dilan 1991 juga tak kalah mengundang antusiasme warga tanah air. Fajar Bustomi selaku sutradara Film Dilan 1991   mengungkapkan bahwa dia senang atas hasil yang diraih film ini hingga memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak di Indonesia (sumber: kupang.tribunnews.com). Kesederhanaan cerita yang dibangun dirasa cukup sukses dalam memanjakan hati para penontonnnya. Singkat cerita film ini mengisahkan tentang gadis bernama Milea, seorang siswi SMA yang baru saja pindah dari Jakarta dan menetap di Bandung. Saat Milea pergi menuju sekolahnya, dia bertemu dengan laki – laki yang suka meramal, Dilan namanya. Laki – laki ini meramal pada Milea bahwa suatu hari nanti mereka berdua akan bertemu di kantin sekolah. Sikap Milea yang tadinya acuh karena ram...

Peran Ayah pada Anak

            Anak merupakan perhiasan dari sepasang insan yang luar biasa. Dari situlah mereka tumbuh sejalan dengan lingkungan primer juga sekundernya. Disamping perkembangan dan pertumbuhan yang mereka alami, tentunya ada sepasang pahlawan yang tulus dan ikhlas dalam merawatnya. Salah satu pahlawan mereka adalah, ayah. Sedikit dari kebanyakan, terdapat ayah yang sudah cukup mengerti perihal hak dan kewajibannya kepada sang buah hati. Namun, juga tak menutup kemungkinan masih saja ada yang mempunyai pikiran konvensional dengan menganggap bahwa kewajiban mengasuh anak sepenuhnya adalah pada ibu. Sehingga, posiai ayah pada kasus ini selalu menjadi orang yang paling benar dan harus ditakuti oleh anak - anaknya. Padahal, dalam teori kebanyakan, peran ayah sangatlah berpengaruh sekali terhadap pertumbuhan karakter pada anak yang dijadikan sebagai bentuk identifikasi oleh mereka. Sementara untuk ibu, keberadaannya sebagai pihak yang mengisi hal - hal positif yang...

Dia

         23 November tahun 1990an bayi perempuan lahir dari rahim pilihan-Nya. Tangisan sumringah nan lega terpancar dari paras sang bunda, ayah, dan sanak saudara. Lahirnya perempuan ini pada keluarga besar Sus sangat disambut spesial, karena kebetulan, bayi ini adalah cucu pertama dari keluarga Sus. Dengan lahirnya bayi ini, keharmonisan keluarga Sus makin rekat dan kompak. Apapun bila kaitannya dengan perkembangan bayi, sudah tidak perlu dipikir berkali - kali yang penting harus maksimal dalam merawat si bayi perempuan ini. Masa demi masa ia tumbuh menjadi anak yang pemalu bila berinteraksi dengan orang lain bahkan dengan orang tuanya sendiri. Itu akibat pengasuhan sejak dini, Dia tidak diasuh oleh orang tuanya melainkan oleh nenek kakek mereka atau lebih tepatnya Bapak Sus dan istrinya. Hal ini membuat Dia haus akan hak seorang anak dari sepasang orang tua, yang membuat kemampuan kasih sayangnya tak tersampaikan secara maksimal pada orang tua begitupun sebal...

Feedback dalam Berargumen

            Tuhan menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan, baik dari segi fisik maupun akal. Bila kita pribadi yang sadar akan hal itu,sudah semestinya menyinergikan segala aspek yang ada dalam diri kita. Dari segi akal, kemampuan otak kita jauh lebih sempurna dari ciptaan-Nya yang lain, bagaimana kita maksimal menggunakannya? Caranya adalah dengan berfikir kritis terhadap segala fenomena yang ada di sekitar kita. Pentingnya kita responsif terhadap hal - hal yang dibilang trending di kalangan umum dapat mengasah kemampuan otak untuk cepat bergerak dalam berpendapat melalui tulisan maupun lisan adalah hal yang sudah semestinya dilakukan oleh mahasiswa. Misalnya saja melakukan sebuah penelitian, tentunya pemikiran kritis adalah esensi yang begitu vital dalam berargumen. Bukan lagi waktunya mahasiswa hanya kuliah pulang, kuliah nongkrong, atau kuliah rapat. Inilah saatnya berfikir lateral kedepan untuk pribadi, orang lain, maupun negara sekalipun. Seben...