Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Dia

         23 November tahun 1990an bayi perempuan lahir dari rahim pilihan-Nya. Tangisan sumringah nan lega terpancar dari paras sang bunda, ayah, dan sanak saudara. Lahirnya perempuan ini pada keluarga besar Sus sangat disambut spesial, karena kebetulan, bayi ini adalah cucu pertama dari keluarga Sus. Dengan lahirnya bayi ini, keharmonisan keluarga Sus makin rekat dan kompak. Apapun bila kaitannya dengan perkembangan bayi, sudah tidak perlu dipikir berkali - kali yang penting harus maksimal dalam merawat si bayi perempuan ini. Masa demi masa ia tumbuh menjadi anak yang pemalu bila berinteraksi dengan orang lain bahkan dengan orang tuanya sendiri. Itu akibat pengasuhan sejak dini, Dia tidak diasuh oleh orang tuanya melainkan oleh nenek kakek mereka atau lebih tepatnya Bapak Sus dan istrinya. Hal ini membuat Dia haus akan hak seorang anak dari sepasang orang tua, yang membuat kemampuan kasih sayangnya tak tersampaikan secara maksimal pada orang tua begitupun sebal...

Feedback dalam Berargumen

            Tuhan menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan, baik dari segi fisik maupun akal. Bila kita pribadi yang sadar akan hal itu,sudah semestinya menyinergikan segala aspek yang ada dalam diri kita. Dari segi akal, kemampuan otak kita jauh lebih sempurna dari ciptaan-Nya yang lain, bagaimana kita maksimal menggunakannya? Caranya adalah dengan berfikir kritis terhadap segala fenomena yang ada di sekitar kita. Pentingnya kita responsif terhadap hal - hal yang dibilang trending di kalangan umum dapat mengasah kemampuan otak untuk cepat bergerak dalam berpendapat melalui tulisan maupun lisan adalah hal yang sudah semestinya dilakukan oleh mahasiswa. Misalnya saja melakukan sebuah penelitian, tentunya pemikiran kritis adalah esensi yang begitu vital dalam berargumen. Bukan lagi waktunya mahasiswa hanya kuliah pulang, kuliah nongkrong, atau kuliah rapat. Inilah saatnya berfikir lateral kedepan untuk pribadi, orang lain, maupun negara sekalipun. Seben...