Feedback dalam Berargumen

            Tuhan menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan, baik dari segi fisik maupun akal. Bila kita pribadi yang sadar akan hal itu,sudah semestinya menyinergikan segala aspek yang ada dalam diri kita. Dari segi akal, kemampuan otak kita jauh lebih sempurna dari ciptaan-Nya yang lain, bagaimana kita maksimal menggunakannya? Caranya adalah dengan berfikir kritis terhadap segala fenomena yang ada di sekitar kita. Pentingnya kita responsif terhadap hal - hal yang dibilang trending di kalangan umum dapat mengasah kemampuan otak untuk cepat bergerak dalam berpendapat melalui tulisan maupun lisan adalah hal yang sudah semestinya dilakukan oleh mahasiswa. Misalnya saja melakukan sebuah penelitian, tentunya pemikiran kritis adalah esensi yang begitu vital dalam berargumen. Bukan lagi waktunya mahasiswa hanya kuliah pulang, kuliah nongkrong, atau kuliah rapat. Inilah saatnya berfikir lateral kedepan untuk pribadi, orang lain, maupun negara sekalipun. Sebenarnya, pemikiran kritis menjembatani kita dalam kemampuan berbahasa, kemudian secara tidak sadar kita dihadapkan dengan situasi lain pada masalah kehidupan luar tentang bagaimana kita menanggapi dan bagaimana solusi kita yang benar.

             Feedback yang dapat kita ambil dalam berargumen misalnya dapat memberi kejelasan terhadap orang lain perihal fenomena yang terjadi, lihai dalam berfikir masalah rumit, dan komitmen terhadap keputusan yang diambil atau yang diyakini. Disamping sisi positif yang dikandung, tentunya ada sisi negatif yang tidak kalah penting yakni fallacy. Fallacy adalah kesalahan berfikir dalam menggunakan bahasa sebagai pengantar sebuah arti yang tidak didukung dengan bukti yang jelas dan relevansi. Contoh nyatanya pada mahasiswa yang memberikan kritik dan saran dalam sebuah tulisan ilmiah sering sekali mereka lemah dalam berkomentar karena mengesampingkan bukti yang konkret juga dikejar dengan nafsu egois yang berujung meng-judge. Ada baiknya sebelum kita berargumen pahami dulu masalahnya, pertanyakan dan evaluasi dulu tentang kelayakannya sebelum di eskpos ke media sosial.


https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/20157

Komentar